Obyek Wisata di Bandung

Posted: Juni 17, 2012 in Sekilas Info

1. Gedung Sate

Gedung sate memiliki nilai sejarah yang sangat kental. Bagi warga Banduing dan sekitarnya nama Gedung sate tidak asing lagi di telinga mereka. Bandung memang lahir dengan kesejarahan yang mengitarinya. Termasuk salah satunya Gedung Sate yang bisa dijadikan sebagai manifestasi sejarah yang membentuk Bandung dan tak akan lekang dimakan usia. Gedung Sate ini berdiri kokoh sejak jaman kolonial Belanda.

Ornamen tersebut tentunya telah menjadi penanda atau markah bagi tanah kota Bandung yang tidak saja terkenal di seantero Jawa Barat saja, melainkan sampai ke seluruh peslosok tanah air. Ciri khas Gedung Sate tersebut juga menjadi pertanda pada beberapa bangunan lain dan objek wisata di Jawa Barat.

Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat dan juga bisa dijadikan referensi tempat wisata Indonesia. Sebabnya, sejatinya warga masyarakat khususnya yang berada di tataran Jawa Barat mesti bangga dengan penanda yang sarat akan nilai sejarah tersebut.

Peletakan Batu Pertama

Gedung ini pada masa Belanda disebut dengan Gouvernements Bedrijven (GB). Peletakan batu pertama bangunan ini dilakukan oleh seorang puteri sulung Walikota Bandung ketika itu B. Coops dan Petronella Roelofsen, yakni Catherine Coops, yang mewakili Gubernur Jenderal Batavia JP Graaf van Limburg Stirum pada tanggal 27 Juli 1920.  Selain itu, Gedung Sate juga merupakan hasil karya dan kreasi sebuah tim yang terdiri dari Ir. J. Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks serta pihak Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors.

Proses pembangunan itu melibatkan2000 pekerja, 150 orang diantaranya pemahat, atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu berkebangsaan China yang berasal dari Konghu atau Kanton, dibantu tukang batu, kuli aduk dan peladen yang berasal dari penduduk Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandok dan Kampung Cibarengkok, yang sebelumnya mereka menggarap Gedong Sirap (Kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).

Lokasi

Gedung Sate ini terletak di Jl. Diponegoro No. 22 Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.

2. Mandi di Curug DAGO

Dengan makin menjamurnya mall, pusat pertokoan, maupun arena permainan modern membuat objek wisata konvensional yang lebih mengedepankan keindahan alam makin ditinggalkan. Jangankan di kota-kota besar semacam Bandung, ada kecenderungan di kota kecil sekalipun hal demikian banyak terjadi. Banyak masyarakat yang sudah mulai enggan datang ke lokasi wisata berbasiskan alam seperti gunung, curug (air terjun), atau bahkan ke hutan. Semuanya beralih dan menjadi penyuka simbol hedonisme semacam mall, dan seterusnya.

Curug Dago berada pada ketinggian sekitar 800 meter diatas permukaan laut (dpl). Tingginya mencapai 30 meter. Konon, selain pengunjung bisa menikmati panorama keindahan curug dan alam di sekitarnya, juga bisa melacak jejak-jejak KerajaanThailand. Karena tak jauh bdari lokasi air terjun ada dua prasasti yang sarat dengan nilai sejarah peninggalan tahun 1818 M.

Kedua prasasti itu, kata ahli sejarah, merupakan peninggalan Raja Rama V dan Raja Rama VII yang pernah berkunjung ke Curug Dago. Untuk mencapai lokasi ini, bisa ditempuh berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan roda dua dari PLTA Bengkok. Setelah mencapai PLTA Bengkok, terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan sisi kiri dan kanan jeram berbatu hitam. Suara gemuruhnya air terjun sudah bisa terdengar dari jarak kira-kira 200 meter.

Lebatnya dedaunan pohon yang menyelimuti hutan dan curug tersebut membuat sinar matahari sukar menembus ke dalam. Hanya mampu melewati celah-celah diantara rimbunnya dedaunan tersebut sehingga suasana didalam hutan menuju curug lumayan temaram. Semakin jauh masuk ke dalam hutan, berarti semakin dekat ke Curug Dago, maka suaranya pun kian terdengar nyaring.

Lokasi

Kendati letaknya tersembunyi, namun Curug Dago bisa dibilang sangat dekat dengan akses jalan utama, dan terminal Dago. Namun kondisinya sangat berbeda jauh dengan Taman Budaya Propinsi Jawa Barat (Dago Tea House) yang selalu ramai didatangi orang. Padahal antara Dago Tea House dan Curug Dago letaknya juga berdekatan.

3. Instituet Teknologi Bandung

ITB merupakan perguruan tinggi negeri yang telah berdiri sejak Maret 1959. Lokasi yang menjadi kampus ITB kini merupakan lokasi sekolah teknik pertama di Indonesia. ITB selain menjadi kebanggan warga Kota Bandung secara khusus, juga merupakan kebanggaan Indonesia karena torehan prestasinya baik secara individu dari mahasiswa maupun dosen-dosennya yang berprestasi maupun secara kelembagaan kampus. Sehingga wajar jika ITB bersamaan dengan kampus-kampus negeri ternama lannya semisal UI, IPB, UGM, UNAIR, dsb kerap masuk dalam daftar 500 kampus terbaik di dunia.

Selain ruangan kuliah, laboratorium, bengkel dan studio, ITB memiliki sebuah galeri seni yaitu Galeri Soemardja, fasilitas olah raga, dan sebuah Campus Center. Di dekat kampus juga terdapat Masjid Salman untuk beribadah dan aktivitas keagamaan umat Islam di ITB. Untuk mendukung pelaksanaan aktivitas akademik dan riset, terdapat fasilitas-fasilitas pendukung akademik, dintaranya Perpustakaan Pusat (dengan koleksi sekitar 150.000 buku dan 1000 judul jurnal), Sarana Olah Raga Sasana Budaya Ganesha, Pusat Bahasa, Pusat layanan komputer (ComLabs) dan Observatorium Boscha (salah satu fasilitas dari Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA), terletak 11 kilometer di sebelah utara Bandung.

Fakultas/ Departemen

ITB memiliki puluhan fakultas/ departemen/ sekolah yang ditawarkan kepada para mahasiswanya yang diantaranya sebagai berikut;
–  Program Studi Kimia
–  Program Studi Teknik Geologi
–  Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika
–  Departemen Matematika
–  Departemen Teknik Elektro
–  Departemen Astronomi
–  Departemen Teknik Fisika
–  Departemen Teknik Industri
–  Departemen Teknik Informatika
–  Departemen Teknik Penerbangan
–  Sekolah Bisnis dan Manajemen
–  Departemen Fisika
–  Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
–  Program Studi Teknik Metalurgi
–  Fakultas Seni Rupa dan Desain

Lokasi
Institut Teknologi Bandung (ITB) beralamat di Jalan Ganesha No 10, Bandung 40132, Indonesia.

4. Alun-alun dan Mesjid Agung Bandung

Mesjid Raya Bandung dan Alun-alun Kota Bandung lokasinya tak begitu jauh. Mesjid rayanya sendiri yang dulunya dikenal dengan sebutan Mesjid Agung Bandung selesai dibangun kembali pada Januari 2006. Ketika melakukan pembangunan itu, termasuk sekalian dengan melakukan penataan terhadap alun-alun kota. Tak ketinggalan juga dengan pembangunan taman kota yang seringkali digunakan untuk menggelar berbagai kegiatan seni budaya serta shalat Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Secara resmi pembangunan fisik masjid membutuhkan waktu 829 hari atau 2 tahun 99 hari, sejak peletakan batu pertama 25 Februari 2001 sampai peresmian Mesjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu, H.R. Nuriana.

Alun-alun

Ketika Anda berkunjung ke alun-alun Kota Bandung, ada lokasi lain yang juga bisa dijadikan tempat wisata seperti Mesjid Raya Bandung sendiri, Kantor Pos Bandung yang merupakan kantor Pusat Layanan Pos Bandung dan masih berdiri kokoh dengan usianya yang sudah mencapai 81 tahun (1928), Pasar Baru Bandung, Museum Sri Baduga Bandung, Monumen Bandung Lautan Api, Braga Bandung, Gedung Merdeka dan masih banyak lagi.

Alun-alun Kota Bandung ini memungkinkan Anda untuk melihat pemandangan orang-orang yang berlalu-lalang dan berjualan yang biasanya memadati kawasan ini. Mereka tak henti dan tak lelah menawarkan barang dagangannya dengan harga yang lumayan terjangkau. Dijamin barang-barang yang ditawarkan tersebut sesuai dengan isi dompet Anda dan tak memberatkan.

Lokasi

Alun-alun dan Mesjid Raya Bandung ini terletak di Jl. Asia-Afrika. Berdekatan juga dengan objek wisata yang lainnya di Bandung seperti Monumen Bandung Lautan Api, Braga Bandung, Gedung Merdeka, dsb.

5. Kawah Putih Ciwidev

Kawah putih terletak di Gunung Patuha, sebuah gunung yang terdapat di Jawa Barat. Ketinggian gunung ini adalah 2.386 meter. Kawah dari Gunung Patuha inilah yang dijadikan obyek wisata yang menarik dengan nama Kawah Putih.

Setelah memarkir kendaraan, kita harus menuruni tangga agar dapat lebih dekat dengan kawah gunung ini. Hati kita akan langsung berdecak kagum melihat keseluruhan dari tempat ini dari tangga atas. Pada tempat wisata ini, kita memang dapat secara dekat berada dalam kawah gunung bahkan kita dapat menyentuh airnya.

Saat kita turun, sungguh luar biasa pemandangan yang akan kita lihat di kawah ini. Tanah yang putih yang terdiri dari belerang merupakan alasan mengapa kawah ini disebut Kawah Putih. Sungguh unik rasanya melihat tanah yang berwarna putih ini. Permukaan tanah juga tidak rata sehingga menyerupai gundukan-gundukan tanah. Air kawah yang berwarna kehijauan juga menarik perhatian. Di sekelilingnya, terdapat pegunungan yang sebagian sudah kering tetapi ada juga yang masih ditumbuhi pohon hijau.

Kita dapat sedikit menaiki gunung yang mengelilinginya. Di gunung ini kita akan menemukan pohon-pohon kering dan banyak ranting-ranting pohon yang berjatuhan dengan batu-batu kecil. Kita juga dapat melihat kawah dari atas.

Kawah di sini cukup luas. Warna airnya bisa berubah-ubah tergantung cahaya matahari. Asap dari air belerang terkadang timbul sehingga menghalangi pandangan kita. Airnya juga menimbulkan bau belerang. Bila angin sedang bertiup, bau belerang dapat menusuk hidung kita dan membuat kita terbatuk-batuk. Maka, ada beberapa titik pada kawah ini yang dipasangi peringatan agar tidak terlalu dekat untuk menghindari keracunan asap belerang.

Kawah ini akan memberikan kita pengalaman berbeda. Kita seolah-olah berada di salju karena tanahnya yang putih. Kawah yang luas dan air yang berwarna hijau kebiruan membuat kita seolah-olah berada di pantai. Pohon-pohon yang sebagian besar hanya tinggal batangnya dan sudah kering turut menciptakan suasana yang berbeda. Di sini juga terdapat batu-batu besar yang indah. Keindahan itulah yang membuat tempat ini menjadi tempat favorit bagi calon pengantin untuk melakukan foto prewedding.

6. Bandung Tempoe Doeloe

Ekspresi Bandung “Tempo Doeloe” bisa terlihat dari bangunan-bangunan kuno yang, bersyukur, hingga kini masih ada beberapa yang dipertahankan bahkan dipelihara. Salah satunya ialah Gedung Landmark Braga. Gedung ini selain menjadi simbol sejarah Bandung, juga memiliki aspek historis dan kebudayaan yang amat tinggi. Landmark Braga telah dibangun sejak masa kolonial dahulu dimana arsitekturnya menggunakan arcade.

Dan banyak fungsi dari Landmark Braga ini, yakni selain sebagai simbol seni dan sejarah kota ini juga, kini, bangunan ini kerap digunakan untk menggelar even kontemporer seperti pameran. Bangunan peninggalan zaman Belanda ini seringkali dijadikan tempat pameran buku dan komputer dalam setiap minggunya. Penduduk Bandung maupun mereka yang sedang melancong ke Bandungpun bisa menyambangi pameran ini

Hal ini tentu saja sangat memudahkan terutama bagi kalangan pelajar maupun mahasiswa ketika mereka hendak mencari komputer atau buku yang berkualitas namun dengan harga yang menggiurkan. Juga backgroundnya yang kental sekali dengan aspek sejarah membuat siapapun yang berkunjung menjadi betah dan nyaman. Selain juga, dari lokasi Landmark Braga ini ada beberapa lokasi lain yang juga bisa Anda kunjungi semisal Braga City Walk, Hotel Bandung seperti Aston Apartment.

Lokasi

Gedung Landmark Braga beralamat di Jalan Braga No 129, Braga Bandung, Jawa Barat.

7. Taman Ganesha

Taman Ganesha merupakan sebuah taman yang terletak di Jalan Ganesha Bandung, dimana lokasinya persis di depan kampus terkenal Institut Teknologi Bandung (ITB).

Karena lokasinya yang tak seberapa jauh dengan Kebun Binatang Bandung, maka banyak juga para pengunjung kebun binatang yang beristirahat bersama dengan keluarga sembari menikmati hidangan makan siang yang dibawanya. Di sekitar taman juga ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang dan tinggi lengkap dengan kicauan burungnya yang beraneka jenis dan warna.

Wilayah Konservasi

Mengapa di Taman Ganesha Bandung banyak hidup aneka jenis burung? Wajar saja karena daerah ini dijadikan sebagai konservasi aneka ragam burung sehingga tak ada satupun burung yang akan ditangkap.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk melindungi jumlah burung dari spesies tertentu yang jumlahnya sudah sedikit akibat keganasan tangan manusia. Makanya, apabila ada orang yang nekad dengan menangkap salah satu burung di kawasan konservasi ini jangan heran kalau bakal ada yang menegur atau bahkan menangkapnya.

Lokasi

Letak Taman Ganesha Bandung terletak di Jl. Ganesha Bnadung. Lebih tepatnya di depan kampus Institut Teknologi Bandung. Untuk berada di Taman Ganesha pengunjung tak akan dipungut biaya sepeserpun alias gratis asalkan jangan merusak keindahan dan ketertiban taman kota ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s