Tiga Kunci Sukses Meraih Mimpi.

Posted: Juni 16, 2012 in Torehan Tinta-Ku

Disini saya akan menceritakan Sebuah pengalaman Emas yang pernah dialami oleh Mas Yanuardi Syukur kebetulan saya pernah membaca Blog beliau dan pengalaman yang dialaminya begitu menggugah jiwa Motivasi khususnya bagi para pemuda penerus masa depan. Menurut beliau, ada tiga cara sukses untuk mahasiswa.

Pertama, Membaca! Mahasiswa yang sukses adalah yang rajin membaca. Sangat jarang tokoh yang berasal dari aktivis mahasiswa yang malas membaca. Mereka menjadi tokoh itu karena mereka rajin membaca.

Waktu Bung Hatta pulang dari Belanda, lebih dari lima peti ia bawa dari sana. Isinya tak lain dan tak bukan adalah buku! Waktu beliau diasingkan di Banda Neira Ambon, lagi-lagi buku yang jadi temannya!

Waktu Bung Karno diasingkan, dia selalu ditemani dengan buku. Ahmad Hassan, seorang ulama Persis yang kelak menjadi tempat curhatnya begitu sering mengirim karangan-karangannya. Bung Karno bisa buat buku Di Bawah Bendera Revolusi itu karena dia membaca! Mustahil dia bisa buat karya bagus kalo malas membaca!

Kedua, Menulis! Kenapa Soe Hok Gie masih didengar jeritan hatinya? Itu karena dia menulis! Itu karena dia rajin menuliskan ide-idenya yang jika kita cermati sebenarnya kita juga bisa bahkan melebihi dia. Kenapa Gie menjadi sedemikian fenomenal, itu karena dia menulis!

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah waktu dipenjara beliau mengarang Kitab monumentalnya Majmu’ Fatawa. Panjangnya sekitar 2 meter, dan kabarnya menurut teman saya yang kuliah di Universitas Islam Madinah, ada mahasiswa dari Eropa yang berhasil menghafal kitab tersebut dengan baik. Dua meter! Bayangkan?

Seorang ulama dari Damaskus menulis 80 jilid buku Sejarah Damaskus. Menurut Aidh Al-Qarni, tak seorang pun yang masuk dan keluar dari Damaskus tidak dicatat olehnya! Luar biasa kan?

Kita nggak perlu menunggu harus dipenjara dulu baru menulis. Nggak perlulah menunggu status kita sama seperti Imam Samudera baru menulis Aku Melawan Teroris. Kita harus mulai dari sekarang! Itu kalau kita mau maju! Itu kalau kita mau menjadi mahasiswa yang hebat, yang berbeda dengan kebanyakan!

Ketiga, Diskusi! Rata-rata tokoh besar adalah pendiskusi yang baik. Mereka tidak emosional dalam melihat sebuah masalah. Tidak asal marah-marah tanpa dalil yang jelas! Tidak asal mengkafirkan tanpa bukti yang shahih. Tidak asal menyesatkan tanpa argumen yang bisa dipertanggungjawabkan!

Tokoh besar memulai karir mereka dengan diskusi. Jika ada masalah mereka diskusi. Mereka tidak memendam saja sebuah masalah di kepala mereka. Karena memendam masalah di kepala sama saja dengan membusukkan isi kepala yang pada gilirannya akan membuat kepala dan pikiranmu kotor!

Orang besar itu suka diskusi. Berdialoglah dengan bijak, dengan hikmah, mauidzah hasanah! Carilah kebenaran! Sebuah pepatah mengatakan, “Undzur maa qaala wa laa tandzur man qaala!” (Lihatlah apa yang dikatakannya, jangan lihat siapa yang mengatakannya!)

Jika ketiga hal ini kita aplikasikan dalam realitas keseharian kita, Insya Allah sesungguhnya kita sedang berproses menaiki tangga kesuksesan.

Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s